Kegunaan Alkohol
Minuman
"Alkohol" yang terdapat
dalam minuman beralkohol adalah etanol.
Spirit (minuman keras) bermetil yang
diproduksi dalam skala industri
Etanol biasanya dijual sebagai
spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam skala industri yang
sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan sedikit metanol dan
kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga spirit bermetil dalam
skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam bentuk spirit dapat
menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman beralkohol (khususnya di
Inggris).
Sebagai bahan bakar
Etanol dapat dibakar untuk menghasilkan
karbon dioksida dan air serta bisa digunakan sebagai bahan bakar baik sendiri
maupun dicampur dengan petrol (bensin). "Gasohol" adalah sebuah
petrol / campuran etanol yang mengandung sekitar 10 – 20% etanol.
Karena etanol bisa dihasilkan
melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah cara yang bermanfaat bagi
negara-negara yang tidak memiliki industri minyak untuk mengurangi import
petrol mereka.
Sebagai pelarut
Etanol banyak digunakan sebagai
sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa digunakan untuk melarutkan
berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut dalam air. Sebagai contoh,
etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
Kegunaan metanol
Sebagai bahan bakar
Metanol jika dibakar akan
menghasilkan karbon dioksida dan air.
Metanol bisa digunakan sebagai
sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau kegunaannya sebagai
sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara diteliti).
Sebagai sebuah stok industri
Kebanyakan metanol digunakan untuk
membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal (formaldehida), asam etanoat,
dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan dari senyawa-senyawa selanjutnya
diubah menjadi produk.
Propan-2-ol banyak digunakan pada berbagai situasi yang berbeda sebagai sebuah pelarut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar